Berjuang Bersama Organisasi Libertarian

Untitled-1 copy

Ilustrasi oleh RuRu

Kapitalisme pada dasarnya tidaklah diam, malahan terus berevolusi, dan merambat ke semua ruang yang ada. Dalam sistem kapitalisme, menjadi manusia utuh yang bebas semakin hari semakin tidak memungkinkan. Ini disebabkan karena eksploitasi manusia terhadap manusia, dan pula terhadap alam, untuk kepentingan profit.

Hidup dalam kungkungan kapitalisme berarti siap dieksploitasi. Coba lihat betapa kesenjangan sosial semakin menganga, pendidikan diracik sedemikian rupa untuk menghasilkan pekerja, dan bahkan selera kita dibentuk dari hegemoni kapitalis, dan masyarakat pun dipaksa menjadi pekerja terasing, sehingga rantai ini terus bersambung.

Yah, begitulah kapitalisme. Semua itu tidak akan pernah berhenti selama kesadaran untuk bergerak dan melawan tidak tumbuh. Perlu sebuah racikan khusus dan kerja keras untuk menghancurkan penghisapan dan penindasan. Kita tidak bisa lagi diam dan berpura-pura bodoh, atau malahan menjadi bagian dari penindas dengan bersikap oportunis. Kita harus bangkit berlawan dan berjuang!

Untuk berlawan, perlu wadah yang dapat dipakai untuk melakukan kerja-kerja revolusioner secara lebih sistematis tanpa menanggalkan prinsip kebebasan sebagai cerminan demokrasi yang sejati. Wadah tersebut adalah organisasi revolusioner, organisasi yang memiliki visi mewujudkan masyarakat baru yang setara.

Mengapa Organisasi?

Karena kapitalisme dan negara semakin menghebat, semakin besar pula kekuatan yang diperlukan untuk melawannya. Tidaklah mungkin menyelesasikan masalah yang semakin besar, saat situasi menyelesaikannya, sama dengan sebelum masalah itu berkembang. Dalam konteks inilah yang membuat kita membutuhkan sebuah organisasi sebagai wadah berlawan.

Pada dasarnya, organisasi merupakan tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, dengan memanfaatkan sarana-prasarana, data dan informasi, dan lain sebagainya secara efisien dan efektif, untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Sebagai bentuk perserikatan untuk mencapai tujuan bersama dan tempat berhimpun menyelesaikan sebuah masalah, yakni kapitalisme dan negara, maka organisasi harus dipandang sebagai senjata untuk mewujudkan revolusi sosial.

Organisasi berperan sebagai alat untuk bertukar informasi, bekerja secara kolektif, merancang dan mengevaluasi program revolusionernya, membangun komunikasi yang lebih intens, dan membiasakan diri bertindak berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi sejati.

Karena individu tidak mungkin memecahkan masalah sosial sendirian, maka organisasi diperlukan untuk mendiskusikan tindakan yang lebih terorganisir. Seperti yang dikatakan oleh Rosa Luxemburg, tentang pentingnya peran organisasi dalam mengorganisir spontanitas revolusioner dari massa.

Namun di sisi lain, tidak sedikit orang yang menolak tentang ide organisasi. Di antaranya adalah beberapa anarkis yang memahami anarkisme sebagai sekedar bentuk kebebasan individu. Seperti salah seorang kawan yang mengatakan dirinya sebagi individu merdeka tidak ingin diatur dalam sistem apapun. Ia berpendapat bahwa organisasi hanya menghalangi perkembangan dirinya dan masyarakat akan kebebasan, seperti halnya negara, partai politik, korporasi, dan sebagainya. Dia meyakini semua bentuk organisasi hanya akan menjadi pengekang.

Argumen kawan kita ini jelas masih sempit, karena pada dasarnya dia hanya melihat dari satu sudut pandang saja. Kawan kita tersebut tidak melihat organisasi sebagai alat untuk menghadirkan lingkungan yang ideal bagi manusia, serta menjadikannya senjata perlawanan dalam menghancurkan kapitalisme yang semakin menggila. Intinya organisasi tidak bisa dipandang secara sempit dan dan berfikir tentang hari ini saja, namun melihat fungsingnya untuk mengorganisir kerja kolektif sehingga kelak dapat mewujudkan tatanan sosial yang bebas.

Untuk tidak salah paham, perlu diketahui bahwa yang dimaksudkan disini bukanlah organisasi hirarkis dan sentralis, melainkan yang berkarakter libertarian. Organisasi model ini bertujuan merefleksikan masyarakat libertarian, tanpa menghambat perkembangan individu di dalamnya, dan memperluas pengaruh libertarian ke tatanan sosial.

Organisasi Libertarian Sebagai Cerminan Masyarakat Libertarian

Negara selalu dipahami sebagai bentuk organisasi tertinggi dalam masyarakat, padahal negara  merupakan lembaga penindas yang sewenang-wenang. Sementara korporasi tak lain adalah alat orang kaya menghisap kaum miskin. Sekolah memberikan kesempatan belajar namun memproduksi stok calon pekerja penurut.

Tidak jauh berbeda dengan organisasi kemahasiswaan, serikat buruh, partai politik dan ormas nasionalis-fasis. Karakter organisasi-organisasi di atas sangatlah birokratis, sentralistik dan otoriter. Inilah yang menjadi penghambat perkembangan kesadaran revolusioner massa, terutama karena pola hirarkisnya.  Organisasi seperti ini hanya melahirkan golongan elit dan memberikan porsi besar kepada elit-elitnya tersebut.

Sebaliknya, organisasi libertarian menentang kapitalisme dan tatanan sosial yang hirarkis. Untuk itu organisasi libertarian berfungsi untuk mengorganisir kerja-kerja revolusioner secara kolektif sehingga memudahkan konsep libertarian untuk dapat dipraksiskan dalam bentuk masyarakat yang luas.

Ide tentang organisasi libertarian mengemuka salah satunya dalam Revolusi Rusia 1917. Revolusi Rusia telah memberikan banyak pelajaran tentang kekalahan kaum anarkis yang tidak cukup kuat membendung syahwat represif dan otoritarian Bolshevik. Ditambah pula represi rezim kapitalis telah mengantarkan kaum anarkis pada kondisi yang terasing dan terisolasi dalam masyarakat. Meski sebagian kaum anarkis menolak berorganisasi namun pengalaman historis dan situasi hari ini menunjukkan bahwa organisasi merupakan senjata dalam kerja-kerja revolusioner.

Dalam organisasi libertarian, kebebasan adalah hal yang utama. Namun kebebasan tersebut juga berbatasan dengan kesepakatan kolektif yang dibangun bersama-sama. Berbeda dengan organisasi yang hirarkis di mana keputusan ditentukan oleh segelintir, dalam organisasi libertarian keputusan tertinggi berada pada rapat umum yang terbuka untuk semua anggota melalui demokrasi langsung. Organisasi libertarian juga menolak segala bentuk hirarki dalam organisasi dan menggantinya dengan struktur yang horizontal. Model ini mencerminkan penolakan terhadap organisasi hirarkis yang hanya bisa membangun demokrasi khayalan.

Inilah yang diusung organisasi libertarian, semangat revolusioner dalam kerja-kerja dimana setiap prakteknya menekankan praktek libertarian. Dengan demikian organisasi libertarian haruslah mampu mencerminkan bagaimana bentuk masyarakat libertarian.

Penutup

Untuk memajukan langkah, para anarkis dan libertarian seharusnya berjuang bersama dalam sebuah wadah revolusioner untuk mengorganisir diri, menyebarkan gagasan dan praktek sosialisme libertarian ke masyarakat luas.

Sebagaimana yang Bakunin katakan, “Inginkah kamu menghapus penindasan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang tidak mungkin? Maka pastikan bahwa tak seorang pun memiliki kekuasaan sentral!” (The Political Philosophy of Bakunin), maka organisasi libertarian adalah cara untuk menghabisi kekuasaan tersentral tersebut untuk menghapus penghisapan dan penindasan di dunia.

Panjang umur perjuangan kelas terorganisir! Panjang umur perjuangan kelas! Mari bersama-sama membangun sosialisme libertarian!

PATRIAWAN*

Anggota Perhimpunan Merdeka

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s