Jalan Panjang Menuju Kemandirian Pekerja

Refleksi dari May Day 2016 di Makassar

851302662_61599

Hingar-bingar May Day 2016 telah berlalu. Perayaan tersebut kembali lewat seperti biasa. Sama halnya selebrasi Hari Pendidikan Nasional, sehari setelahnya, dan peringatan matinya Marsinah yang dibunuh 8 Mei 23 tahun silam. Seperti itulah setiap momen peringatan. Meriah, bergelora, kemudian berlalu untuk dirayakan kembali tahun depannya. Momen-momen itu hanya menyisakan residu berupa foto-foto dan bermacam hastag di media sosial. Continue reading

Advertisements

Kapitalisme Dan Komodifikasi Alam

Mendiskusikan Alam Sebagai Komoditi Dalam Seri Diskusi Merdeka #1*
851416926_17624

Peserta sedang berdiskusi dalam Seri Diskusi Merdeka #1, Minggu (24/04/2016)

Baru-baru ini media massa heboh memberitakan aksi heroik ibu-ibu Rembang yang mengecor kakinya di depan Istana Negara karena menolak pendirian pabrik Semen Indonesia. Di Bali, Jakarta, dan Makassar serta berbagai daerah lainnya, aksi penolakan reklamasi oleh pemerintah demi kepentingan korporasi juga terus berlanjut. Di Kulon Progo, perjuangan petani melawan keluarga Keraton Jogjakarta belum usai. Bahkan, hampir di seluruh bagian Indonesia tidak pernah absen dari konflik yang berkaitan dengan perampasan lahan, pengrusakan lingkungan dan kekerasan sosial, baik yang dimediasi oleh korporasi ataupun negara Continue reading

Pilkada Langsung atau Demokrasi Langsung?

Seperti yang saudara-saudari ketahui bersama, pemilihan kepala daerah langsung (pilkadal) akan dilakukan serentak 9 Desember 2015 mendatang. Daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya kadaluarsa akan didaur-ulang. Langkah ini diklaim sebagai langkah maju bagi demokrasi Indonesia, terutama untuk mengefesienkan dan mengefektifkan kualitasnya. Benarkah klaim tersebut? Continue reading

Sosialisme Otoritarian atau Libertarian?

ilustrasi oleh Senartogok

Apa yang terpikirkan bila mendengar istilah ‘sosialisme’? Partai Kiri, Komunisme, Uni Sovyet, kediktatoran, Lenin, negara satu partai? Sosialisme terlanjur digeneralisir sebagai bentuk-bentuk yang dikenal luas seperti di atas. Secara politis, hal tersebut merupakan dilema bagi para sosialis akan makna sosialisme, dimana tidak ada definisi lain di luar yang dipahami secara umum. Continue reading

Lawan Perampasan Tanah!

Bangun Kedaulatan Petani Atas Tanah
Untuk Pertanian Produktif dan Ekologis!

 

Tani Merdeka

Menjelang Hari Tani 2015, kaum tani dan rakyat Indonesia menghadapi situasi akan memburuknya perekonomian, terus meningkatnya konflik-konflik agraria di mana pihak militer dan kepolisian turut andil dan campur tangan, makin massifnya perampasan tanah di pedesaan yang dihadapi oleh kaum tani dan masyarakat adat hingga wilayah urban yang melanda kaum miskin perkotaan, serta terus membesarnya proyek-proyek infrastruktur dan perusakan lingkungan yang lebih mementingkan modal ketimbang pemenuhan pangan dan ekosistem. Continue reading

Organisasi Horizontal : Sebuah Konsep Organisasi Revolusioner Masa Depan

Rosario*

”… pengambilan keputusan pada birokrasi yang disentralisir, kepatuhan pada wewenang, serta pembagian kerja yang sempit dalam birokrasi, harus digantikan dengan struktur organisasi yang lebih terdesentralisasi dan pengambilan keputusan yang lebih demokratis di sekitar kelompok yang fleksibel. Pengaruh yang didasarkan atas kekuasaan mulai diganti dengan pengaruh yang berasal dari proses pembelajaran bersama.“

                                                 –  Warren Bennis, Mati-nya Birokasi.

Horizontal

Bukan menjadi hal yang aneh jika sikap kritis akan menggiring pemikiran kita untuk selalu berekplorasi, mengembangkan konsep-konsep lama agar menjadi relevan dan efisien untuk perjuangan revolusioner hari ini. satu hal yang sangat vital untuk mendorong perjuangan revolusioner adalah melalui sebuah wadah organisasi yang kuat. Continue reading

Solidaritas Yang Nyata Adanya

Reportase “Solfest Bulogading”, 29 Agustus 2015

Warga dari beberapa kampung di Makassar, menyampaikan pesan dukungan dan solidaritas.

Warga dari beberapa kampung di Makassar, menyampaikan pesan dukungan dan solidaritas.

Warga Kampung Bulogading, Makassar yang tergabung dalam Forum Warga Bulogading, bersama kelompok dan organisasi pendukung, menghelat sebuah pesta rakyat bertajuk “Festival Solidaritas”. Acara yang bertujuan untuk mengkampanyekan perjuangan warga Bulogading, mengkonsolidasikan warga dengan jaring solidaritas, dan menggalang donasi ini, digelar di Jalan Bulogading, Makassar, Sabtu, 29 Agustus 2015. Continue reading